ORETAN SANTRI UNTUK NEGERI jangan sembunyi di lorong-lorong sunyi yang terkurung waktu, sobat. pesantrenku tak pernah silau semenjak dunia mulai diperkosa alat-alat canggih dari luar…
View More NARASI WAKTUKategori: Puisi
PUISI-PUISI KANGEN
KANGEN (1) 1/ Aku masih hujan Jatuh di antara deras kenangan Membanjiri rindu yang lebam Merasuk jiwa, merusak ingatan, mencipta genangan kenistaan. 2/ Ini aku…
View More PUISI-PUISI KANGENPUISI BULAN DESEMBER
DESEMBER Sudah Desember saja, ya Tahun-tahun ternyata tak hanya untuk kita Tapi angin tetap memandu terbang burung punai Awan sembunyikan bintang berkilauan Dan dadaku Selalu…
View More PUISI BULAN DESEMBERMALAMKU TAK LENGKAP TANPA SEBUAH PUISI
BAYANGAN JIWAMU Mbah… Bila kubuka tirai malam Tuk sekadar mengintip rindumu Maka syair-syair sedih kepergianmu Menghubung pada gerak waktu Lalu lukamu bertamu di mataku Mbah……
View More MALAMKU TAK LENGKAP TANPA SEBUAH PUISITANGIS SEORANG PELACUR
TANGIS SEORANG PELACUR Hai Ayah saat ini tubuh telah bersandar pada pojok kehidupan teracuni suasana bungkam di pinggir jalan berganti ruang setengah telanjang mengikis kobaran…
View More TANGIS SEORANG PELACUREUDURACE
CIUMAN DI BAWAH SIWALAN Kau tahu, Anne Setan yang membawa tubuh kita Di bawah siwalan Di tengah sapaan hujan yang baru saja siuman Adalah Setan…
View More EUDURACESEKUNTUM MAWAR UNTUK GURU
PURNAMA DI JENDELA untuk guruku: KH Yazid Karimullah tak hanya di kubah-kubah masjid dan atap rumah konglomerat sinar purnama di jendela itu juga menembus ngarai,…
View More SEKUNTUM MAWAR UNTUK GURU297 KILOMETER
NISAN ISTRI Apa guna aku merangkai bunga ini semalam suntuk, sayang Jika hanya nisanmu yang menikmati aromanya Aku belajar menghitung duka dan melatihnya menjadi sabar…
View More 297 KILOMETERNARASI TANAH KELAHIRAN
NARASI TANAH KELAHIRAN Di tanah yang merah ini Aroma cinta nenek moyangku menyeruap ke kota-kota bahkan ke pulau-pulau Melecutku agar tak gentar oleh hujan dan …
View More NARASI TANAH KELAHIRANKEMBALI AKU MENJADI PENARI
SUDAH JADI APA KATA-KATA HARI INI? “Sudah jadi apa kata-kata hari ini?” Dilemparnya ke langit, dibendung awan kelabu Padahal mulut kita cuman satu Namun kata-kata…
View More KEMBALI AKU MENJADI PENARI