NARASI TANAH KELAHIRAN

NARASI TANAH KELAHIRAN

Di tanah yang merah ini
Aroma cinta nenek moyangku
menyeruap ke kota-kota
bahkan ke pulau-pulau
Melecutku agar tak gentar oleh hujan dan  badai

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dahulu, para leluhur begitu pandai
mensiasati kemarau dengan kilau arit
yang mereka asah pada ketabahan senja
Manis siwalan meraka racik dengan mimpi
Pohon tarebung setegak kematian meraka daki dengan doa
Agar sehelai cinta yang netes di pundak subuh
Dapat mereka teguk saat paceklik tiba

Di tanah yang merah ini
Sesekali kulihat benih cinta para leluluhur
tumbuh sebagai debar angin berkepanjangan
yang diiringi sayup-sayup Kidung ara
yang mengalun di sepanjang arus ingatan.

Di tanaha ini, kelak aku akan pulang
dengan gairah rindu yang sama–untuk
mengikat benang usia pada tangkai kesuburan tanah kelahiran.

Gajahwong 2022.

Tinggalkan Balasan