Dalam cerpen ini, pembaca dipertontonkan seorang santri baru bernama Fatma, di saat kecil ia diajak oleh ayahnya menonton sebuah pagelaran seni yang menampilkan tarian-tarian, sampai-sampai ia sangat antusias dalam menontonnya sehingga ia mendapat sebuah hadiah berupa sampur dari penari. Seketika itu, ia lantas banting stir, mengubah cita-citanya yang tadinya berkeinginan menjadi seorang dokter berubah dengan tekad bulatnya menjadi seorang penari profesional. (Hlm. 116).
Akan tetapi, setelah lulus SMP di usia 15 tahun, Fatma dimasukkan ke sebuah pesantren oleh ayahnya. Meski ia sempat melakukan pertimbangan yang lama, pada akhrinya, Fatma bersedia masuk pesantren karena dalam brosur pesantren tertulis “Ekstrakulikuler Kesenian”. Sehingga masuk pesantren tidak akan menumpas jalan Fatma untuk menjadi seorang penari militan.

Namun drama ini baru dimulai. Di hari pertamanya di pondok, semua santri baru termasuk Fatma harus menghadapi keamanan pondok yang bertugas mengecek barang-barang santri yang boleh dan dilarang untuk dibawa apalagi dioperasionalkan di pondok. Sampailah ia pada perdebatan sengit antara dirinya dengan keamanan pondok. Mengapa hanya sebatas sampur merah yang biasa Fatma gunakan untuk menari dan merupakan pemberian dari seorang penari di sebuah pagelaran seni, tidak boleh dibawa di pondok dan harus dibawa pulang. Kalau tidak, justru disita oleh keamanan? (Hlm. 117).
Bagi saya pribadi, Lukisan yang Kesepian mengandung banyak nilai unik selain cerita-cerita di atas. Di sisi lain, di setiap judul cerpennya juga dibubuhi ilustrasi yang setidaknya dapat membantu menggambarkan sekaligus memicu daya imajinasi pembaca dalam menyelami tiap-tiap cerpen dalam buku ini.
Akan tetapi yang sedikit disayangkan adalah tata letak tulisan yang kurang ke tengah alias terlalu ke samping membuat saya pribadi merasa kurang nyaman. Tapi ini penilaian subjektif saya atas kekurangan buku ini. Namun, itu tidak terlalu berpengaruh sebenarnya. Tulisan tetap aman dan mudah dibaca. Agar Anda tidak penasaran, bacalah bukunya. Selamat membaca dan jangan lupa bahagia!
Data Buku
Judul: Lukisan yang Kesepian
Penulis: Abdul Khalim
Penerbit: CV Bilqolan Al Iman
Isi: 130 Halaman
Tahun Terbit: Februari 2024.
