Ungkapan tersebut dinyatakan oleh Ahmad Hidhir Adib —penulis esai sekaligus mahasantri Ma’had al-Jami’ah al-Aly UIN Malang— tatkala ia benar-benar merasakan sentuhan batin ketika bersama sang kiai melalui sorogan kitab yang mana ia harus membacakan kitab secara langsung di hadapan sang kiai dan bacaannya disimak oleh sang kiai serta ditegur apabila terjadi kekeliruan bacaan dan makna. Ia menggambarkan bahwa para kiai merupakan sosok ideal untuk dijadikan panutan. Sebab, mereka memiliki pengetahuan yang cukup luas berdasarkan literatur keislaman yang dielaborasikan dengan kemampuan metodologis.
Gambaran tentang ma’had aly melalui esai-esai yang menceritakan tentang ma’had aly ini, tentu hanyalah bagian kecil dari ma’had aly itu sendiri. Ia punya ciri yang khas, kultur yang khas, serta keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

Bagaimana, sudahkah pembaca sekalian memiliki gambaran tentang ma’had aly? Kalau belum, saya rasa Anda perlulah ngopi bersama salah satu mahasantri ma’had aly yang ada di Indonesia. Ke depan, dalam segmen lain saya akan mencoba mengulas beberapa karya tulis baik berupa buku atau kitab yang ditulis oleh mahasantri Ma’had Aly Nurul Jadid. Insyaaallah.
DATA BUKU
Judul Buku: Cerita Mahasantri
Penulis: Mahasantri Ma’had Aly Se-Indonesia
Penerbit: Bayt El-‘Ulum Ma’had Aly Nurul Jadid
Tahun Terbit: Cetakan I, Agustus 2023
Tebal: x + 233 Halaman; 14 x 21 cm
