Cerita Optimis

Adakalanya lelaki itu bermalas-malasan; telentang, pikirannya keluyuran entah ke mana, sementara pandangannya terpaku dinding kuning kamarnya itu. Tampak kemudian, di ketinggian delapan puluh tiga sentimeter tembok itu, seekor semut merangkak ke atas. Lalu ujuk-ujuk berhenti, membalikkan badan untuk kemudian terjun bebas.

Andai kejadian itu tak terulang beberapa saat kemudian, ia bakal mengira semut itu jatuh tergelincir. Namun karena semut itu kini, untuk kali ketiga, tampaknya bakal mengulang lagi, ditimpuk penasaran buru-buru ia menyat, mendekat sembari melempar tanya, “Wahai semut, sebetulnya apa yang sampean lakukan?”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tak jadi terjun, semut itu menjawab, “Bunuh diri, tapi tidak mati-mati.”

Tercengang ia mendengarnya, tercengang ia mendapati seekor semut sedang bunuh diri. Apa gerangan yang menjadikan seekor semut ingin mati?

Dengan nada simpati ia menanggapi, “Hidup ini indah, teman, dan cuma sekali. Kenapa sampean malah ingin mati?”

“Memang betul hidup ini indah dan hanya satu kali. Hanya saja setelah membaca tulisan-tulisan sampean, rasa-rasanya hidup jadi tidak indah…”

Tercengang ia mendengarnya, tercengang ia mendapati seekor semut mengaku pernah membaca tulisan-tulisannya. Apakah tulisannya jadi penyebab seekor semut melakukan bunuh diri?

Tinggalkan Balasan