Corona Bukan Pandemi Pertama di Indonesia

Ada berbagai macam cara masyarakat dan pemerintah sebagai langkah pengobatan. Tidak hanya pergi ke dokter, masyarakat juga melakukan ikhtiar pengobatan dengan pergi ke dukun. Jamu juga menjadi obat alternatif untuk memerangi influenza. Salah satunya ialah jamu temu lawak. “Candu juga pernah diusulkan menjadi obat sementara untuk penenang. Beberapa ada yang sembuh, tapi banyak juga yang menjadi mabuk karena candu,” ungkap Syefri.

Wabah influenza berakhir dengan pola herd immunity, yakni terbentuknya sistem kekebalan tubuh pada manusia dengan sendirinya. Sayangnya, wabah ini telah menghabisi jutaan nyawa yang terpapar.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Beragam fenomena sosial dan politik muncul di tengah masa wabah pada saat itu. Dalam praktik politik, misalnya, beberapa pejabat kolonial memanfaatkan momentum ini untuk menonjolkan dirinya bahkan menyingkirkan lawan politiknya. Di sisi lain, terjadi benturan antara masyarakat dan pemerintah kolonial dalam penanganan wabah pada pasien. Syefri Luwis menyatakan bahwa di kalangan penduduk muslim penanganan pemerintah dengan cara otopsi dianggap menyakiti jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.

Perubahan dalam berbagai sektor juga muncul pasca wabah. Di lingkungan para dokter, dengan didirikannya DGD dokter-dokter dapat berkecimpung langsung menangani masyarakat umum, setelah sebelumnya hanya boleh menangani kesehatan anggota militer KNIL. Banyak dokter bumi putra, seperti dr Rifai, bisa bersuara di MPR tentang keseriusan pemerintah dalam menangani wabah. Sejak saat itu, para dokter bumi putra mulai banyak menulis. Tidak sedikit dari mereka yang tidak menyelesaikan kuliahnya sebab mendirikan surat kabar untuk menyuarakan kondisi saat itu.

Dari peristiwa ini, beragam pemikiran politik lahir dari kaum pribumi dan mempengaruhi kesadaran mereka akan pentingnya ide-ide nasionalisme.

Tinggalkan Balasan