Sederetan crazy rich, yang sebagiannya baru-baru ini telah ditahan polisi, adalah anak-anak kandung kita, yang benihnya telah kita semai dari generasi ke generasi. Hari ini kita telah melahirkan bukan hanya generasi milenial, tapi juga generasi duniawi. Generasi yang begitu menggilai kemewahan lebih dari segala-galanya.
Bagaimana mungkin masyarakat yang dikenal religius ini bisa melahirkan generasi duniawi yang seakan mbrojol dari perut setan? Pengalaman Damian Hoo barangkali dapat memberi sedikit jawaban.

Beberapa tahun lalu, Damian Hoo, yang merupakan warga negara Australia, pernah menjadi guru di Singapura. Salah satu muridnya adalah anak orang super kaya Indonesia, yang kini popular dengan sebutan crazy rich.
Suatu hari, murid Hoo ini minta izin tak masuk sekolah. Alasannya, ia harus pulang ke Jakarta karena orangtuanya mengadakan pesta ulang tahunnya. Sebenarnya Hoo keberatan karena saat itu menjelang pekan ujian. Tapi apa boleh buat, orangtuanya yang tajir melintir itu memaksa. Orang kaya punya kuasa.
Yang membuat Hoo lebih kaget lagi adalah cerita yang dibawa muridnya saat kembali ke sekolah. Si murid perempuan yang baru merayakan ulang tahun ke-16 ini memperoleh kado spektakuler: mobil super mewah Lamborghini.
“Apa kamu bisa menyetir? Bukankah kamu belum boleh punya SIM?” tanya Hoo.
