DALAM PELUKAN MALAM
Gugusan gemintang mengintipku
dengan senyum terindah
Purnama mencium basah wajahku
dingin mendekap yang tersembunyi
di balik kain putih panjang mewangi
Sungguh aku menikmati tatapan-Nya
yang seolah mengusaiku
hingga celah terdalam
Engkau memesraiku
hingga aku tenggelam dalam kubang air mata
kenikmatan yang memabukkan.

Wahai yang lebih dekat dengan urat nadi
temani aku selalu
hingga tak kudengar lagi teka-teki
yang kerap menyiksa diri
dengan selaksa cerita tak berkesudahan
Oktober 2021.

Sang penyair yang punya talenta. Selamat, Neng, semoga kita selalu diberi waktu dan kuasa untuk berkarya (yang nafi’, tentunya)!
Amin…terima kasih apresiasinya. Masih belajar ini gus!