Seluruh lukisan tokoh-tokoh pesantren yang dipamerkan tersebut merupakan karya pelukis Kaisar Nuno. Lukisan tersebut memang dibuat khusus untuk menyambut hari jadi jejaring duniasantri. “Tapi ilhamnya datang dari langit,” kata Kaisar Nuno sembari terkekeh. Bukan sekadar dipamerkan, lukisan tokoh-tokoh tersebut juga akan dilelang.
Pameran seni rupa dan instalani ini akan berlangsung sampai dengan Sabtu, 27 Agustus 2022, saat puncak perhelatan hari jadi jejaring duniasantri, saat digelar pertunjukan “Monolog Negeri Sarung”. Untuk saat ini, sampai dengan Sabtu depan, yang baru bisa dinikmati memang pohon-pohon yang bersarung itu, rumah sarung itu, dan pameran lukisan tokoh-tokoh pesantren.


Tentu memerlukan sarung yang tidak sedikit. Lebih jauh, ternyata sarung menjadi prasasti sejarah dalam membangun literasi bangsa tanpa batas. Horas!
Sukses selalu duniasantri