Sejak itu, rapid test masal dilakukan terhadap warga Pondok Temboro. Pada Rabu (22/42020), dilakukan rapid test terhadap 305 santri. Hasilnya, sebanyak 31 santri dinyatakan positif Corona berdasarkan rapid test. Para santri kemudian diisolasi, sembari menunggu hasil uji swab untuk memastikan terjangkit covid-19.
“Tes swab dilakukan di sana (Temboro), kemudian dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Kemenkes di Surabaya untuk memastikannya,” kata Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso, kepada wartawan.

Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro disebut-sebut sangat berpotensi menjadi kluster baru penyebaran virus Corona karena data awal memastikan sudah banyak santri yang berstatus positif, sementara jumlah santrinya mencapai lebih dari 22 ribu orang. Mereka tak hanya berasal dari hampir seluruh penjuru Tanah Air, tapi juga dari banyak negara lain. Dari 22 ribu santri itu, sekitar 2000 merupakan warga negara asing. Dari 22 ribu itu, yang masih tertahan di pondok tinggal sekitar 6000-an, sekitar 16 ribu santri sudah tersebar di tempat-tempat yang jauh, di kampung halaman mereka.
***
Selain KA yang berasal dari Enrekang, seorang santri Pondok Temboro yang berumur 20 tahun dari Desa Lamuru, Kecamatan Tellusiatting, Bone, juga dinyatakan positif Covid-19. Ia, sebut saja MA, tiba di Makassar serombongan dengan KA. Seperti halnya KA, hasil uji swab juga memastikan bahwa ia positif Corona. Di tempat yang sama dengan KA, MA harus diisolasi dan menjalani perawatan intensif.
