Dari Pondok Temboro, Corona Menyebar Sampai Jauh…

Dari Balikpapan, Kalimantan Timur, tercatat ada 11 santri Pondok Temboro yang belum lama tiba. Kamis (23/4/2020) Pemerintah setempat langsung melakukan pelacakan dan pemeriksaan cepat. Dari 11 santri, baru 7 orang yang terlacak dan langsung dilakukan rapid test. Hasilnya, satu orang dinyatakan positif. Sisa yang belum terlacak tak diketahui.

Dari Kalimantan Barat tercatat ada WN, berusia 37 tahun, terjangkit Covid-19. Rupanya, WN tercatat sebagai salah satu ustadz di Pondok Temboro. Seperti dikutip iNews.id, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, dr Harisson, mengakui ustadz WN kini dirawat di RS Rubini, Mempawah. Mengutip keterangan WN, Harison mengatakan bahwa WN tertular dari pemilik rumah di Magetan yang dia sewa sebagai tempat tinggal dan usaha laundry.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dijelaskan Harisson, WN mengaku diambil sampel swab karena pernah kontak langsung dengan pasien positif tersebut. Hasil tes swab WN ternyata juga positif sehingga dia ikut diisolasi di rumah sakit di Magetan. Namun, entah bagaimana bisa, WN kemudian meninggalkan Magetan dan pulang ke Kalimantan Barat. Ia menggunakan jalur udara, naik pesawat dari Surabaya pada 16 April. Saat itu, WN beserta istri dan anaknya. Setiba di Pontianak, mereka melanjutkan perjalanan hingga ke rumahnya di Mempawah.

Mereka sudah lebih dari sepekan berada Mempawah. Sayangnya, WN mengaku banyak melakukan kontak langsung dengan para santri Pondok Temboro yang berasal dari Kalimantan Barat. Ada belasan santri Pondok Temboro yang sudah pulang ke Kalimantan Barat. Karena itu, para petugas kini sibuk melakukan penelusuran terhadap keberadaan mereka.

Dari daerah-daerah lain, dengan jarak dekat atau jauh dari Temboro, laporan paparan virus terus bertambah. Di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ada 15 santri Pondok Temboro yang baru tiba. Berdasarkan rapid test, 4 orang dinyatakan positif. Keempat santri ini langsung diisolasi di rumah sakit setempat sambil menunggu hasil uji swab. Begitu juga dengan di Tuban. Di kabupaten ini ada 24 santri dari berbagai kecamatan yang pulang, namun baru 20 yang telah menjalani rapid test. Dari 20 santri, satu orang dinyatakan positif Corona.

Tinggalkan Balasan