Demonstrasi Khusnul Khotimah

Ini bukan masalah benar dan salah, wong kita juga sama-sama nggak jelas, mana yang salah dan mana yang benar. Sehingga yang menjadi persoalan adalah bagaimana kita berjuang dalam kondisi yang berat atau ringan, degan menjaga keistiqamahan kita, introspeksi diri kita dan lain sebagainya.

Di satu sisi, menjadi manusia yang manusia juga harus ditanamkan dalam tubuh organisasi apapun, baik dalam instansi pemerintahan, pun dalam ruang-ruang publik lainnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dengan demikian, apa yang disampaikan di dalam Surat At-Taubah ayat 41 di atas menunjukkan bahwa kondisi manusia yang sedang berjuang perlu ada dorongan moril dan kesadaran yang luas.

Agar tidak mudah kecele, tidak mudah dibohongi dan memiliki kemandirian yang tegas dan cakrawala berpikir yang luas dan menembus masa mendatang.

Maka dari itu, demo mahasiswa memiliki nilai perjuangan yang panjang dan diharaapkan. Sedangkan insiden yang dialami Ade Armando menjadi bukti, bahwa kemajemukan berpikir itu ada dan perlu dipahami dan dicintai.

Karea apapun yang ada dan tenjadi di dunia ini tidak lepas dari proses cinta itu sendiri. Maka dari itu Allahul jamil, yuhibbul jamal. Bahwa Tuhan memiliki kemahaan atas sebuah keindahan (cinta) dan Tuhan menyukai sesuatu yang indah pula.

Oleh sebab itu, untuk memahami keberagaman baik suku, ras, agama dan budaya adalah produk dari cinta yang dituangkan oleh Allah kepada semua makhluk hidupnya. Tidak mungkin, mahasiswa akan bergerak bersama di berbagai titik jika tidak ada instruksi dan cinta itu sendiri.

Apa yang dialami Ade Armando, sebagai manusia tentu memiliki keinginan dan perjuangan untuk mencapai keinginan tersebut. Walaupun konsekuensinya adalah berhadapan langsung dengan kondisi yang diciptakan olehnya terkait respona atas agama, sikap humanis, dan pergerakan-pergerakan bermuatan agama.

Tinggalkan Balasan