Unjuk Rasa di Bulan Puasa

Orangtua juga guru-guru saya dulu pernah berkata, “Setan-setan di bulan puasa dikurung. Mereka tidak akan menggoda manusia, sehingga manusia bebas hambatan dalam menjalani ibadah puasa.”

Saat saya nyantri, apa yang dikatakan orangtua dan guru-guru saya, benar. Mereka berkata berdasarkan hadis Nabi, “Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu ditutup, dan setan-setan dibelenggu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tak bisa diragukan lagi kesahihannya, sebab hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Yahya bin Ayyub, Qutaibah, dan Ibnu Hajar. Mereka meriwayatkannya dari Ismail bin Ja‘far, dari Abu Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah dari Baginda Nabi Saw. Hadis ini termaktub di dalam kitab Sahih Muslim nomor 1079.

Masalahnya, kenapa manusia masih berbuat maksiat dan kekisruhan, lebih-lebih aksi pengeroyokan yang tak berkemanusiaan saat unjuk rasa 11 April kemarin?

Pertanyaan ini dapat terjawab dari pendapat Abu Muhammad di dalam kitab ‘Umdatul Qari Syarh Shahihil Bukhari, juz 10, halaman 270, yang menyatakan bahwa setan-setan terbelenggu pada bulan puasa bagi orang-orang yang berpuasa dengan menjaga syarat, rukun dan adabnya.

Tinggalkan Balasan