DINDING TANPA KALENDER

Waktu berjalan pelan,
namun tak ada yang sia-sia
dalam tiap halaman yang terbuka
karena dunia bisa berubah
dari sebuah kalimat
yang dipahami dengan hati terbuka.

BATU BATA DAN SUARA PENSIL 

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di balik suara pensil yang menyeret pelan
pada kertas lusuh yang penuh garis
terdengar mimpi-mimpi kecil
yang tak henti mengeja hari depan.

Setiap huruf seperti doa
yang disulam dalam diam
mengalahkan kantuk dan lapar
dengan kesungguhan yang tak menawar.

Tempat mereka duduk hanya lantai tanah,
atap pun bersahabat dengan bocor,
namun tak ada yang memudar
dalam nyala mata yang menyimak.

Buku ditutup saat senja jatuh
tapi ingatan tak ikut padam,
karena malam pun terasa terang
bila dalam dada tumbuh keinginan
yang tak bisa dirampas hujan
atau jarak yang terlalu panjang.

JENDELA DARI LEMBARAN KERTAS 

Dunia luas mengintip dari balik
lembaran yang terbuka setiap pagi.
Huruf-huruf seperti batu permata
yang ditemukan di ladang kering,
membuat siapa pun
tak ingin berhenti menggali.

Tak semua jawaban datang cepat,
ada yang perlu dicoba berulang
seperti menghafal nama pulau
atau menakar angka dalam pecahan.

Tinggalkan Balasan