DINDING TANPA KALENDER

Namun tangan kecil itu tak ragu
menulis meski jari menggigil
dan malam belum usai menagih letih.

Dari balik kacamata retak
atau wajah penuh debu jalan,
mereka melihat jauh ke depan—
lebih jauh dari halaman terakhir
yang sedang mereka baca dengan napas
penuh harap.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

SUARA SEPI DI TENGAH PAPAN

Langit belum terlalu biru
saat pintu kayu itu didorong pelan
dengan suara engsel yang menua.
Tak ada suara sorak
hanya desir halaman dibalik
dan napas yang menahan lupa.

Tiap duduk di bangku sempit
adalah janji untuk mencari
walau jawabnya tak selalu hadir cepat.
Garis-garis di dahi tak berasal dari usia
melainkan dari tekad
yang dituliskan dengan suara lirih.

Guratan kapur di papan
mengisi ruang dengan dunia lain
yang tak bisa dijangkau kaki,
namun bisa dirasakan
oleh mereka yang bersedia
membawa pulang cahaya
dari dalam buku.

Hari berganti
namun semangat tetap tinggal
di tiap kata yang masih dicari.

Sumber ilustrasi: Eko Supriyanto on X.

Tinggalkan Balasan