“Ada apa Mas Eri?” sahut Roni.
“Sinilah dulu!”

Akhirnya Roni mendekat ke kios kecil yang mulai lengang itu.
“Ada apa Mas Er?” tanya Roni lagi.
“Begini lho Cak. Usahaku ini kan terhitung masih baru. Nah, maksud saya manggil Cak Roni tadi mau ngasih roti goreng. Biar usaha saya ini dapat barokahnya orang yang rajin ke musala. Biar saya kecipratan pahala,” ucap Eriawan dengan nada cerianya.
“Bisa-bisa aja sampean Mas.” Roni tampak canggung dengan pujian itu namun senyumnya menunjukkan rasa bangga.
“Tak boleh nolak. Makan di sini aja ya Cak rotinya, sambil ngobrol,” ucap Eriawan sembari menyuguhkan roti goreng. Kebetulan perut Roni sedang lapar. Sebentar kemudian ia lahap sekali makan roti itu.
“Aku paling tak bisa menolak seseorang yang berniat mencari pahala sedakah,” gumam Roni lirih.

tekun ibadah karena dendam penderitaan dunia, agar di akhirat berganti kebahagiaan. jadi, eling lirik “jika surga dan neraka tidak ada, masihkah kau menyembahNya…”
gud job ustadz bisri, humor ala sufi..
Thank you my mentor hhhe