DI HADAPAN TUHAN, ZAMAN, SEMESTA

Jangan lelap di bawah nabastala,
seolah guratan langit telah paripurna.

Barangkali jalan, belum ditorehkan pada buana
sedangkan kakimu adalah pena

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tulislah sesuatu yang kau sukai

Jangan kau kira takdir
selalu bersemayam di ufuk yang jauh;
barangkali ia bersembunyi
di antara degup sukma
dan keberanianmu melangkah.

LANGIT DAN BUMI YANG MENGADU

Sihir yang gaib membuatku menatap langit
Matanya layu, pandangannya sayu.
Sihir yang gaib kembali menundukkan kepalaku
Menghadap bumi yang mulai sendu.
Kembali aku menatap langit
Ternyata ia adalah ayat
Kembali aku menatap bumi
Ternyata ia adalah ayat
Katanya, kami hanya sedang saling mengadu

Tinggalkan Balasan