Di Mata Kaki, Bukan di Dahi

Akhir-akhir ini saya agak sering terlihat seperti orang gila. Suka senyum-senyum sendiri. Senyum kecut lagi. Itu terjadi ketika saya, misalnya, bertemu atau berpapasan dengan orang yang ada tanda hitam di dahinya.

Itu tanda ahli ibadah, kata seorang teman.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ah, yang boneng…

Hal itu juga mengingatakan akan mata kaki saya. Entah kapan persisnya, tanpa terasa, dalam beberapa tahun terakhir kapalan (callous) di mata kaki saya sudah hilang. Kembali halus dan mulus.

Kapalan di mata kaki itu saya peroleh ketika saya mondok dulu. Dulu sekali. Seperti pernah saya ceritakan, pesantren tempat saya mondok itu adalah pengamal tarekat Syekh Abdul Qadir Jaelani. Karena itu, selain ngaji-ngaji kitab, santri diwajibkan mengikuti wirid dan dzikir-dzikir rutin sesuai ajaran dan tutunan Syekh Abdul Qadir Jaelani. Rutin mengikuti wirid dan dzikir-dzikir itulah yang membuat mata kaki saya kapalan.

Tinggalkan Balasan