Dirancang, Rumah Kitab Kuning Digital

Penyedia konten dapat berasal dari pengasuh pesantren langsung atau sumber lain yang memiliki otoritas dengan kapasitas keilmuan yang jelas dan sanad keilmuan yang tersambung. Setiap sesi live streaming kitab kuning dapat diikuti oleh santri dan masyarakat luas.

Kalangan pesantren pun menyambut baik rencana tersebut. Misalnya, Pengasuh Ngaji Online Kitab Ihya Ulumuddin, Ulil Abshar Abdalla. Ulil malah mengusulkan agar Rumah Kitab harus menjadi rujukan keilmuan yang lengkap. Bukan hanya memuat kitab kuning yang diajarkan di pesantren, tetapi juga harus diisi dengan referensi yang lain. Sehingga dapat memberikan perspektif yang lebih luas dalam khazanah keilmuan Islam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Platform digital ini jangan hanya berisi kitab-kitab kuning, tetapi juga harus diisi dengan kitab-kitab putih. Agar lebih lengkap. Bahkan kalau perlu diberikan giveaway bagi santri-santri online nanti yang mengikuti pembelajaran dari Rumah Kitab ini,” kata Ulil.

Tinggalkan Balasan