Cinta kita terbuat
dari cita-cita yang sama, Teuku
menyalakan nyali
di antara gesekan pedang.
Di Montasik
hati kita menyatu, Teuku
dengan sederhana
tanpa pesta-dansa
sebab di sekeliling kita
aroma darah masih terhidu.

Di Krueng Raba
maut yang tak dapat kita tafsir,
membuat matamu nyaris berakhir
tapi cinta ini tak pernah padam
membuat dadaku menyimpan dendam
terhadap orang-orang Marsose itu.
Maka sempurnalah cinta kita, Teuku
di antara cita-cita dan pilu kesunyianku.
Yogyakarta, 2025.
METER DI ATAS PERMUKAAN RINDU
Kabut masih tersisa,
dan tersisih warna senja.
di sini,
telah kulewati liku jalan,
bermacam tanjakan,
bahkan getar udara,
di antara gigir harapan.
Angin semenjana
seakan ingin meluruhkan
segala yang berbentuk kenangan.
Ada guruh yang tertahan,
pada puncak kegelisahan.
