Evolusi Santri dan Pesantren

***

Beragamnya atribusi pada istilah santri tersebut menunjukkan adanya evolusi, perubahan dan perkembangan, yang terjadi pada dunia santri. Dulu, di masa-masa awal kemunculan pesantren berabad-abad lampau, niat utama santri datang ke pondok adalah untuk mengaji, belajar dan mendalami ilmu agama. Maka santri disebut sebagai orang yang mondok.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketika merasa diri sudah cukup, atau oleh kiainya dianggap cukup, dalam mendalami bidang ilmu di satu pesantren, banyak santri di masa lalu yang melanjutkan nyantri di pesantren lain. Kalau tidak atas keinginan sendiri, biasanya juga karena perintah atau permintaan kiainya. Maka, di masa lalu, banyak santri yang belajar dari satu pesantren berpindah ke pesantrennya lainnya, dan tetap dituntun oleh niat utama yang sama: mencari ilmu. Dan mereka kemudian disebut santri kelana. Semakin banyak pondok yang dijelajah, semakin banyak kiai yang dicium tangannya dan berguru kepadanya, jati dirinya sebagai santri semakin kukuh. Dari sanalah kemudian lahir ulama-ulama besar. Nyaris tak ada kiai atau ulama besar yang sanad keilmuannya hanya berasal dari satu pesantren dan satu guru.

Mungkin sekarang sudah mulai jarang ditemukan santri yang berjuluk santri kelana seperti itu. Seiring perkembangan zaman, yang terlihat lebih banyak adalah santri mukim, santri kalong, dan mahasantri yang datang ke pesantren niat dan tujuannya sudah lebih beragam. Tak lagi semata untuk belajar dan mendalami ilmu agama, dan mencari barokah dari kiainya, santri-santri masa kini punya niatan dan tujuan yang beragam.

Masuk pesantren, santri-santri masa kini juga berniat mempelajari dan menguasai bidang-bidang keilmuan non-agama, baik dalam program pendidikan umum maupun khusus/kejuruan. Tak sedikit pula santri yang masuk pesantren untuk menguasai ilmu-ilmu keterampilan khusus. Bahkan, bisa jadi, belajar agama di pesantren justru dijadikan “sambilan” karena tujuannya mendalami ilmu-ilmu non-agama yang ditawarkan pesantren. Sambil menyelam, bisa belajar agama.

Tinggalkan Balasan