Fikih Lama Versus Fikih Baru

Contoh-contoh itu menunjukkan alur yang konsisten: masalah baru muncul, lalu dikaji melalui rujukan fikih lama, kemudian lahirlah fikih baru yang relevan. Inilah cara Islam menjaga keberlanjutan tradisinya tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi. Fikih lama menjadi jangkar, sementara fikih baru adalah layar yang memungkinkan kapal bernama umat Islam berlayar di lautan zaman yang terus berubah.

Dengan demikian, pembaruan fikih bukanlah sekadar tuntutan, melainkan sebuah keniscayaan. Namun, ia hanya bisa dilakukan dengan sikap rendah hati terhadap warisan klasik. Siapa yang menguasai fikih lama, dialah yang berhak melahirkan fikih baru. Dan siapa yang menyusun fikih baru tanpa merusak tatanan lama, dialah yang mampu menjaga kontinuitas dan relevansi hukum Islam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dengan cara inilah fikih akan tetap hidup: setia pada prinsip, lentur menghadapi perubahan, dan selalu membumi di setiap zaman.

Tinggalkan Balasan