Maka melalui program eko-pesanteren, eko-masjid, dan lain sebagainya perlu kemudian untuk memahami kerangka berpikir masyarakat sebagai subjek aktif. Sehingga, dengan cara ini kita dapat memperkuat hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas. Kita harus menjembatani realitas masyarakat –sering kali penuh dengan keyakinan transendental-.
Maka penting kemudian untuk mengintegrasikan agama-budaya-ekologi –untuk mengembangkan solusi berkelanjutan. Solusi ini berkaitan dengan dampak paling besar yang dirasakan oleh masyarakat. Sehingga agama sebagai pisau analisa ekologi mampu memfasilitasi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi krisis iklim. Penting bagi kita dalam menggalakkan ekologi di tingkat masyarakat dapat mengintegrasikan antara agama, mitos, dan kebudayaan sehingga dapat berjalan searah dalam menjaga bumi.

*Naskah Lomba Karya Tulis Ekologi Kaum Santri dengan judul sama.
