Gerakan Khilafah, Paham Salah Kaprah (1)

Untuk memahaminya penulis mengajukan beberapa contoh kecil yang bisa kita pikirkan bersama. Di sebuah kampus negeri (di kota besar), penulis pernah bertemu dengan mahasiswa yang kebetulan sudah keluar dari kampus. Darinya penulis mendapat cerita mengenai masjid di kampus yang dikelola oleh kelompok HTI (cerita ini didapatkan setelah kelompok itu dibubarkan pemerintah). Melalui obrolan panjang lebar dengannya penulis memahami apa yang berlaku di masjid itu.

Metode mereka (HTI) mengajak ngobrol, “diskusi”, hingga akhirnya mengajak ikut kajian-kajian adalah strategi mereka dalam mempengaruhi mahasiswa yang lain (terutama yang baru ke masjid itu). Setelah ikut kajian-kajian tersebut, si mahasiswa itu kemudian menjadi kaku dan mulai menyalah-nyalahkan pemerintah, bahkan lingkungan sekitarnya sendiri yang dianggapnya kurang tepat. Dari sini bisa kita lihat, bahwa yang disasar oleh mereka adalah pikiran si mahasiswa. Dengan dipengaruhi dengan kalimat-kalimat “yang terkesan logis” kemudian mereka menjadi percaya seolah-olah tindakan mereka benar adanya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kebetulan orang yang ditemui penulis adalah mantan daripada mahasiswa yang pernah ikut dalam gerakan-gerakan tersebut, sehingga menjadi jelaslah kualitas logikanya ketika masih menjadi mahasiswa baru itu kurang kuat sehingga mudah terpengaruh. Bahkan, menurut kesaksiannya, dia sempat tidak suka berselawat, tidak suka tahlil, dan amalan-amalan semacamnya. Pertanyaannya adalah, berarti benar kalau gerakan yang mengatasnamakan khilafah itu hanya berlaku pada mereka yang tidak kuat logikanya? Penulis berani mengambil kesimpulan, itu sudah jelas!

Tinggalkan Balasan