Guru dan Tantangan Pendidikan

Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika Raihani dalam buku Pendidikan Islam Dalam Masyarakat Multikultural mengurai konsep kompetensi dengan sangat jelas. Kompetensi secara sederhana diartikan sebagai the ability to do something well or effectively, kemampuan seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan dengan baik.

Seorang guru yang kompeten berarti mampu melakukan pekerjaan keguruannya dengan baik-efektif. Sementara itu, kompetensi guru menjadi salah satu kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari konsepsi tersebut maka muncul konsekuensi logis yang melatarbelakanginya. Di antaranya, pertama, seorang guru atau pendidik adalah seorang manusia sosial yang terikat dengan norma ataupun kaidah yang berlaku pada masyarakat di mana ia tinggal dan beraktivitas. Masyarakat ini tidak bisa diartikan masyarakat di luar sekolah semata.

Dalam konteks kompetensi sosial guru, masyarakat ini harus diartikan sebagai masyarakat sekolah atau community school di mana guru menjadi anggota inti yang melaksanakan aktivitas profesinya. Masyarakat sosial di luar sekolah dapat dimasukkan dalam pengertian ini. Akan tetapi, kompetensi tersebut akan kelihatan sangat timpang kalau dijadikan sebagai indikator kompetensi sosial pada semua guru.

Kedua, kompetensi sosial guru dilihat dari bagaimana komunikasi dan interaksi dengan berbagai segmentasi masyarakat baik di sekolah maupun di luar sekolah. Komunikasi adalah proses menyampaikan-menerima pesan kepada dan dari orang lain serta mendukung terciptanya jalinan sosial antarkeduanya.

Tinggalkan Balasan