Proses ini tidak hanya melihat physical skills atau keterampilan fisik. Melainkan juga keterampilan dan kecerdasan psikologis, kontekstual, dan sosial. Sementara itu, interaksi merupakan aktivitas yang lebih luas dengan berbagai pihak. Interaksi positif melahirkan satu energi positif antarpihak yang terlibat dalam rangka mewujudkan common platform. Dalam konteks sekolah, guru dituntut untuk kompeten dalam berkomunikasi dan berinteraksi agar terwujud kerja sama dan sinergi yang efektif dengan sesama stakeholders dalam mewujudkan visi misi bersama madrasah atau sekolah.
Ketiga, stakeholders yang terlibat interaksi dengan guru meliputi siswa dan siswi, sesama guru, staf adminitrasi sekolah, orangtua siswa, dan masyarakat luas. Dengan beragamnya pihak yang terlibat dalam komunikasi dan interaksi sosial ini, maka semakin besar tuntutan akan kompetensi sosial guru khususnya dalam memilih dan menggunakan metode, pendekatan, dan materi komunikasi.

Bahkan, dalam satu kelompok sosial saja, seperti siswa terdapat banyak perbedaan. Oleh karenanya, tidak salah kemudian kalau dikatakan bahwa setiap individu adalah unik dan karena keunikannya masing-masing itulah muncul perbedaan-perbedaan. Dan hal inilah yang harus difahami oleh seorang guru dalam upaya menjalin komunikasi dan interaksi yang baik dengan anak didik.
Poin-poin tersebut menjadi landasan filosofis bahwa betapa pentingnya kompetensi guru yang meliputi berbagai aspek yang berhubungan erat dengan pendidikan serta masa depan pendidikan. Kompetensi guru menjadi daya tawar merumuskan progresivitas pendidikan dari sisi substansi. Bagaimana idealnya seorang guru dalam mendidik dengan cara tradisional tanpa menghilangkan dinamika zaman yang terlampau jauh bergerak.
Seorang guru harus memahami betul pentingnya metodologi pengajaran dengan basis teknologi, internet, dan jaringan online yang tidak bisa dilepaskan peran dan fungsinya. Jika demikian, maka guru yang memegang kendali penuh peserta didik akan menumbuhkan generasi bangsa yang berkualitas serta berakhlakul karimah tanpa menegasikan peran aspek spiritual yang sudah dibangun sejak kecil. Wallahu A’lam.
