Tarekat Damai dan Cinta
Haidar Bagir, pada kesempatan tersebut, menerangkan bahwa Tarekat Alawiyah mempunyai prinsip-prinsip mendasar tentang damai dan cinta. Para Alawiyyin mendasari prinsip mereka pada penghindaran terhadap suatu konflik yang besar dalam rangka menjaga perdamaian.

Ini dilatarbelakangi oleh para pendahulu mereka, seperti Imam Ahmad bin Isa al Muhadjir, yang pernah hijrah dari Irak karena terjadi fitnah besar (chaos) ke Hadhramaut, Yaman. Bentuk penghindaran ini bukan berarti kekalahan atau suatu kelemahan. Namun sebaliknya, penghindaran di sini adalah untuk pencapaian suatu kemaslahatan yang lebih mendasar.
Usaha-usaha tersebut tidak lain adalah diambil dari perilaku dan teladan kepada Rasulullah SAW saat menghadapi suatu konflik. Rasulullah pernah hijrah dari Mekkah menuju Madinah untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan yang buruk dalam dakwah Islam.
