Karya sastra seringkali merupakan bentuk perlawanan terhadap pelupaan. Ia menjadi perlawanan dari sastrawan untuk menjaga agar ingatan tidak lapuk dan lenyap dalam arus kehidupan modern yang serba cepat.
Hal tersebut terungkap dalam diskusi buku Hantu Padang yang diselenggarakan di Al-Zastrouw Library Serua, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 11 Oktober 2025. Diskusi buku ini merupakan rangkaian dari agenda Semaan Puisi dan Haul Sastrawan 2025 yang digagas Komunitas Semaan Puisi bekerja sama dengan Karang Taruna Serua 08. Puncak kegiatan pada 28 Oktober 2025 di Makara Art Center (MAC) Universitas Indonesia.

Dalam diskusi kali ini, hadir sebagai pembicara adalah sastrawan Agus R Sardjono. Agus mengupas buku kumpulan puisi karya karya Esha Tegar Putra, Hantu Padang. Puluhan pegiat sastra meramaikan acara diskusi buku ini.
