Hantu Padang, Cerita-cerita Melawan Lupa

Dalam diskusi yang dimoderatori Sinta Debeturu ini, Agus menyebut bahwa buku Hantu Padang memotret kehidupan perantau yang terbelah antara dua ruang: kampung halaman yang penuh kenangan dan kota rantau yang keras dan asing.

Hal itu terlihat, dalam setiap puisinya, Esha Tegar Putra menghadirkan benturan antara nostalgia dan realitas, antara rindu yang mengikat dan jarak yang tak bisa dijangkau.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kota Padang, dalam puisi Esha, bukan sekadar tempat lahir, melainkan sumber luka dan cinta yang tak bisa diputuskan. Penyair menggambarkan kota itu dengan getir, tetapi juga penuh kasih, seolah dalam setiap bayangan buruk masih tersimpan kehangatan masa lalu yang tak tergantikan.

Tinggalkan Balasan