Gus Dur dinilai sebagai sosok yang komplit. Ia adalah tokoh intelektual, politikus, dan ulama yang sangat berpengaruh di Indonesia. Apalagi Gus Dur diperkuat dari segi nasab, baik dari jalur bapak maupun ibu. Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 berdasarkan penanggalan Masehi dan dimakamkan di Pesantren Tebuireng.
Gus Dur punya ikatan dengan Pesantren Denanyar cukup kuat dari jalur ibu. Sang ibu, Hj Sholihah, adalah putri pendiri Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar KH Bisri Syansuri. Gus Dur lahir di Denanyar pada 1940. Pada 1944, Gus Dur pindah ke Jakarta karena sang ayah diminta menjadi ketua pertama Majlis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Tahun 1945 pasca-kemerdekaan, keluarga Gus Dur kembali ke Jombang. Namun, pada 1949 setelah perang melawan Sekutu selesai, kembali lagi ke Jakarta karena ayahnya, Kiai Wahid, diangkat menjadi Menteri Agama RI.

“Selain ahli dalam bidang agama, Gus Dur juga ahli di bidang politik. Bahkan, sangat disegani dalam kancah perpolitikan dunia. Gus Dur ikut mendirikan PKB yang hingga kini masih eksis,” tambah Kiai Salam.
