Seandainya seluruh rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dipersempit menjadi satu pertanyaan, “Sinten?” maka sesungguhnya kita sedang mengecilkan sebuah peristiwa besar menjadi sekadar kompetisi nama. Kita…
View More Muktamar NU: Antara Sistem dan SintenTag: PBNU
NU Bukan Milik Pemenang
Ada satu pertanyaan yang beberapa hari terakhir terus berputar di kepala saya. Pertanyaan itu mungkin terdengar sederhana, bahkan naif: Apa mungkin memilih pemimpin di Nahdlatul…
View More NU Bukan Milik PemenangKonsesi Tambang dan Taruhan Demokrasi NU
Nahdlatul Ulama (NU) saat ini tengah berada di persimpangan jalan paling berisiko dalam satu dekade terakhir. Ketegangan internal yang melibatkan Rais Aam Syuriyah, KH Miftachul…
View More Konsesi Tambang dan Taruhan Demokrasi NUAda Apa dengan NU
Seperti bisul, masalah-masalah yang tersembunyi di tubuh kepengurusan Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya pecah juga. Ledakan itu dipicu oleh konflik dua kubu di tubuh Pengurus Besar…
View More Ada Apa dengan NUHitam Putih Konflik Kiai NU
Ada semacam pola di masyarakat kita: begitu melihat tokoh agama, sebut saja kiai, tidak akur, seolah dunia akan kiamat esok hari. Padahal dari langit sejarah…
View More Hitam Putih Konflik Kiai NUPerlukah NU Kembali ke Era Khittah 1926?
Dalam beberapa tahun terakhir, Nahdlatul Ulama (NU)—organisasi Islam terbesar di Indonesia—sering menjadi sorotan bukan hanya karena peran keagamaannya, tetapi juga karena manuver politik dan ambisi…
View More Perlukah NU Kembali ke Era Khittah 1926?Gus Dur Diadili Kiai-kiai: Tabayun yang Berkeadaban
Tanggal 8-9 Maret 1989, Gus Dur diadili kiai-kiai di Pesantren Darut Tauhid Arjawinangun, Cirebon, karena pandangan dan pemikirannya yang kontroversial. Hadir dalam pertemuan tersebut 200…
View More Gus Dur Diadili Kiai-kiai: Tabayun yang BerkeadabanMembaca Konflik di Tubuh PBNU
Warga Nahdliyin sedang diterpa keriuhan pasca terbitnya surat keputusan hasil Rapat Harian Syuriah yang meminta mundur Gus Yahya Cholil Staquf mundur dari jabatannya sebagai Ketua…
View More Membaca Konflik di Tubuh PBNU“Wahabi Lingkungan” versus “Sunni Tambang”
Dalam satu sesi diskusi di Kompas TV baru-baru ini, Gus Ulil Abshar Abdalla memunculkan istilah terbarunya: “wahabi lingkungan”. Serupa istilah “sogokan hasanah” yang ia ujarkan…
View More “Wahabi Lingkungan” versus “Sunni Tambang”Tambang, Maslahat, dan Luka Ekologis: Pandangan Pesantren
Pernyataan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla, yang menyebut bahwa “menjaga lingkungan itu penting, tetapi mengelola tambang itu juga maslahat”, menjadi topik…
View More Tambang, Maslahat, dan Luka Ekologis: Pandangan Pesantren