Rupanya, penyesalan juga dirasakan oleh pemiliknya. Apa lagi bagian talang yang jebol dekat pintu, menyebabkan air menggenang di lantai sekitar situ hingga masuk ke ruang dalam rumahnya.
Menurutnya, musim hujan masih cukup lama. Maka, ia berniat menggantinya segera. Cuma persoalannya, ia sedang tidak ada uang untuk membeli talang baru juga membayar orang yang memasangnya. Sementara dalam waktu dekat, sepertinya ia belum mendapatkan uang, jika pun mendapatkannya bakal digunakan untuk kebutuhan lainnya. Maka, tidak ada cara selain meminjam uang pada tetangganya. Akan tetapi, untuk beberapa saat ia merasa sungkan begitu teringat beberapa bulan lalu ia mengabaikan nasihat tetangganya yang, setelah ia renungkan, disampaikan sembari memberi contoh padanya. Dan, boleh jadi talangnya rapuh karena ia enggan membersihkannya.

Kemudian, seusai mempertimbangkan bahwa tetangganya adalah orang yang baik—yang mungkin tidak mempersoalkan hal-hal seperti itu, ia bertamu ke rumahnya.
Sesampainya, ia menceritakan apa yang terjadi perihal talangnya, sementara tetangganya itu menyimak penuh perhatian. Lebih dari itu, seusai ia menyatakan bahwa maksud kedatangannya untuk meminjam sejumlah uang untuk mengganti talangnya, tetangganya itu segera mengambil dan memberikannya dengan senang. Karena, tetangganya itu sedang belajar pada sebuah talang yang selalu mengalirkan apa yang melewatinya; berbagi apa yang ia miliki yang tidak lain adalah karunia dari Gusti Allah Ta’ala yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Kesugihan, 19 Juli 2022.
