Hikmah Salat Id di Tengah Pandemi

Kini ia harus menahan rindu dan hanya bisa menuangkan kerinduannya melalui daring. “Seumur-umur baru kali ini menjadi bilal salat Id. Awalnya sedikit grogi, tapi ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya,” katanya.

Adapun, Kiai Sujadi, yang juga Mustasyar NU Kabupaten Pringsewu, dalam pengantar sebelum pelaksanaan salat Id, mengatakan, salat Ied merupakan penyempurna dari rangkaian ibadah selama bulan suci Ramadan. “Bagaimanapun kondisinya, kita tetap melaksanakan salat Id ini semampunya. Semoga Allah Swt mencatat sebagai amal kita dan diterima olehNya, sekaligus menjadi penyempurna amal-amal yang telah kita jalankan di bulan suci Ramadan,” katanya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bisa jadi salat Id kali ini tidak hanya menjadi sebuah pengalaman dan pelajaran berharga bagi M Zuhdi dan Sarwono berikut keluarga besar Pesantren Nurul Ummah, tentunya banyak keluarga muslim lainya di luar sana.

Pandemi Covid-19 ini memang tidak saja menimbulkan keresahan dan kesedihan. Di dalamnya terkandung hikmah mendalam. Di antaranya adalah menyadarkan kembali arti sebenarnya hubungan kekeluargaan dan persaudaraan. Pandemi ini telah mengajarkan seorang suami benar-benar menjadi imam bagi istri dan anak-anaknya. Kalau sebelumnya si suami biasa menjadi makmum di masjid saat kondisi normal, kini ia menyelenggarakanya sendiri di rumah. Ia harus belajar lagi kaifiyah menjadi imam salat. Begitupun bagi santri, harus belajar praktik ibadah menjadi bilal, khotib, hingga imam salat Id.

Tinggalkan Balasan