Jozeph Paul Zhang adalah salah satu orang yang ingin menghancurkan kedamaian dalam ajaran Islam. Mengatakan bahwa “puasa lalim Islam” merupakan tindakan kotor dan tidak bertanggung jawab. Bukan kewenangan dia untuk mengatakan bahwa riyadhah Islam baik atau tidak. Karena dalam rumah tangga Islam itu sudah diatur konsep peribadatan sesuai dengan kaidah-kaidah keislaman. Tentu kita tidak boleh tinggal diam, karena kalau dibiarkan akan menimbulkan masalah yang lebih besar.
Kerukunan Beragama

Sebagai respon terhadap ulah Jozeph Paul Zhang, pihak Kepolisian Republik Indonesia segera mengambil tindakan hukum. Itu artinya, pemerintah tidak tinggal diam dalam kasus yang akan menghilangkan nilai persatuan dan kesatuan. Kepolisian sudah bertindak lebih awal agar tidak terjadi main hakim sendiri. Sebab bisa sangat mungkin bahwa kemudian, karena suasana yang tidak kondusif terjadi perseteruan yang mengarah ke tindakan kriminal. Ini tidak boleh terjadi karena Indonesia negara hukum. Penegak hukum yang akan menentukan salah tidaknya seseorang.
Karena itu, kita harus tetap mengedepankan nilai-nilai kerukunan beragama. Karena setiap agama menganjurkan untuk saling menghargai. Sikap toleransi (yang tidak kebablasan) merupakan karakter bangsa demokrasi. Oleh sebab itu, kita boleh marah tetapi dengan cara yang benar. Kita boleh bertindak, tetapi sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku. Jangan sampai terjadi “main hakim sendiri” yang justru akan membuat semakin tidak terkontrol dan menimbulkan perseteruan yang makin tidak kondusif.
Islam adalah agama kedamaian. Maka, jika terjadi sesuatu yang melecehkan dan menghina Islam, maka kita serahkan kepada aparat yang berwajib. Kita turut serta dalam kontrol sosial untuk ikut mengawasi dengan cara arif bijak, sesuai dengan konsep yang dibawa oleh Islam. Jadi jawaban dari judul artikel ini, “Islam tidak akan hina oleh aksi orang yang hina.”
