Hukum Berjualan Makanan Siang Hari Selama Ramadan

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من سن في الإسلام سنة حسنة, فعمل بها بعده كتب له مثل أجر من عمل بها ولا ينقص من أجورهم شيء ومن سن في الإسلام سنة سيئة فعمل بها بعده كتب عليه مثل وزر من عمل بها ولا ينقص من أوزارهم شيء

Artinya: “Rasullalah SAW bersabda: ‘Siapa saja yang membuka jalan masuk Islam kemudian diamalkan atau diikuti oleh (orang-orang) setelahnya, maka ditentukan (bagian) pahala semisal dari orang yang mengamalkan tanpa mengurangi pahala mereka (yang membuka jalan raya). Sedangkan, siapa saja yang membuka jalan keburukan dalam Islam, maka yang menentukan (bagian) dosa semisal dari orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi dosa mereka (yang membuka jalan keburukan) sedikit pun.” (HR Muslim no. 1017).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Berdasarkan penjelasan tersebut, haram hukumnya jika pedagang sengaja menjual makanan dengan tujuan menjual makanan kepada seorang muslim yang memiliki kewajiban berpuasa. Hukum haram tersebut tidak dijatuhkan pada aktivitas jual-belinya, tetapi pada memfasilitasi orang untuk tidak berpuasa.

Pada hakikatnya hukum menjual makanan halal dalam Islam adalah mubah atau diizinkan. Hal tersebut dinyatakan dalam surat Annisa 29.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu dengan saling harta sesama, kecuali dengan jalan perniagaan yang sesuai dengan suka-sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sebenarnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

Tinggalkan Balasan