Hukum Nikah-Hamil dalam Pandangan Islam

الزَّانِي لا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِين

Artinya: “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan kepada perempuan yang berzina atau perempuan musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain itu, juga didasarkan pada hadits Nabi yang berbunyi:

ﺍﻦ ﺮﺠﻼ ﺗﺯﻮﺝ ﺍﻤﺮﺃ ﺓ ﻔﻠﻤﺎ ﺍﺻﺎ ﺒﻬﺎ ﻮ ﺠﺪ ﻫﺎﺤﺑﻠﻰ ٬ﻓﺮﺟﻊ ﺫﻠﻙ ﺍﻠﻰ ﺍﻠﻧﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻮ ﺴﻠﻢ ٬ﻓﻔﺮﻖ ﺒﻴﻧﻬﻣﺎ ﻮ ﺠﻌﻞ ﻠﻬﺎ ﺍﻠﺼﺪﺍﻖ ﻮ ﺠﻠﺪ ﻫﺎ ﻤﺎ ﺌﺔ

Artinya: “Bahwasannya seorang laki-laki mengawini seorang perempuan, maka ketika ia menikahkannya, ia mendapatinya dalam keadaan hamil. Lalu ia melaporkannya kepada Nabi Saw, maka Nabi Saw menceraikan keduanya dan memberikan kepada perempuan itu maskawin, kemudian dicambuk seratus kali.”

One Reply to “Hukum Nikah-Hamil dalam Pandangan Islam”

Tinggalkan Balasan