Keteguhan para tokoh yang Mohammad Diponegoro harapkan pada saat ini adalah agar masyarakat tetap teguh pada nilai-nilai spiritual dan menjadi penerang bagi masyarakat yang sedang mencari arah dan keimanan di tengah kegelapan.
Dr Ahmad Bahtiar atau biasa dipanggil Pak Abah selaku Kepala Jurusan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang luar biasa atas pementasan tersebut. Pak Abah juga mengucapkan terima kasih kepada dosen-dosen serta orang tua yang telah hadir dalam acara Pestarama ke-10 ini. Selanjutnya, ada alumni PBSI angkatan 2010, yaitu Hedy Afwan yang merupakan angkatan pertama yang mengadakan Pestarama. Hedy Afwan menyampaikan bahwa para pemain drama seharusnya bangga atas pencapaian yang telah diraih.

Sebagai bagian dari rangkaian acara Pestarama #10, Program Studi PBSI juga menyelenggarakan pameran karya yang berasal dari ketiga penulis naskah drama yang dipentaskan, yaitu Masyitoh, Tikungan Iblis, dan Iblis. Pameran ini menampilkan karya tulis dari para sastrawan muda serta dokumentasi proses pelatihan mahasiswa selama persiapan pementasan.
Pameran tersebut tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghargaan kepada para penulis dan pemain, tetapi juga menunjukkan bahwa karya sastra dan drama merupakan hasil dari proses kreatif dan intelektual yang mendalam. Lebih dari sekadar pertunjukan di atas panggung, karya-karya tersebut hadir sebagai cerminan kehidupan dan berbagai persoalan yang relevan dengan kondisi zaman saat ini.
