IBU PADA MULUT KECILKU

Seringkali, disuapkannya kesabaran
Pada tiap butir nasi

II
Siang hari yang panas,
perut keroncongan
tenggorok kering
Tapi ibu bilang, “sampai maghrib ya!”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Aku yang lemas di sudut kamar
Sambil memeluk bantal-guling
Lalu tertidur

Aroma ibu kembali menguar
Pada udara di lorong hidungku
Ia dekap tubuh kecil
Yang menunggu tabuh beduk maghrib

III
Sore—
Saban tadarus di surau kecil
Ibu menjenguk pada daun pintu
Aku celingukan
Ia bawa serantang kasih sayang
“Buat nanti berbuka!”

Beduk ditabuh
Azan berkumandang
Tapi suara ibu masih nyaring di telinga
Aroma sayur bening dan tempe goreng
Mengenyangkan rinduku
Pada ibu

Sambil menyuapkan sendok
Pada mulut kecilku
Aku menggumam, “Pantas, surga di bawah telapak kakimu.”

—menyisakan banyak kasih yang terus dipupuk
Bulan berganti, tapi ibu yang tetap kurindu.

Tinggalkan Balasan