Sebagaimana dikatakan Gramsci, “Pesimisme akal, optimisme kehendak.” Kalimat ini menggambarkan dengan sangat baik jembatan antara realisme dan idealisme. Mengakui realitas yang suram adalah langkah awal dari perjuangan. Namun yang lebih penting adalah memiliki kehendak, harapan, dan visi untuk mengubahnya. Dan di sanalah etika sosial kita menemukan pijakan dan arah.
