Idul Fitri dan Tradisi Kupatan

Sebenarnya, ketupat sendiri sudah ada dan membersamai masyarakat Jawa kuno pada zaman dahulu. Namun pada zaman sebelum Islam datang, ketupat menjadi simbol mistis yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Jawa yang masih kental dengan berbagai tradisi dan kepercayaan animisme serta dinamisme. Masyarakat Jawa zaman kuno biasa menggantungkan ketupat di depan pintu rumah mereka karena dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan.

Dan seiring berjalannya waktu, Islam datang dan mengena di hati masyarakat Nusantara. Pada saat itu Sunan Kalijaga yang sedang menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah menggunakan tradisi ketupat ini untuk memperkenalkan Islam kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar masyarakat mudah menerima dan mengingat ajaran agama Islam dengan akulturasi antara budaya lokal dengan agama Islam yang akan diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bagi masyarakat Jawa, ketupat memiliki filosofi yang sangat dalam. Bentuk belah ketupat ini dilambangkan sebagai perwujudan kiblat papat. Maksudnya, sebagai keseimbangan alam dalam empat arah mata angin utama, yakni timur, selatan, barat, dan utara. Meskipun memiliki empat arah, namun hanya ada satu kiblat atau pusat. Keempat sisi ketupat ini diasumsikan sebagai empat macam nafsu yang dimiliki manusia. Empat nafsu tersebut dapat dikalahkan dengan berpuasa.

Tinggalkan Balasan