Ilmu Laduni dan Santri Milenial

Ironisnya, ketika mereka tergila-gila dengan ilmu tersebut, maka tidak sedikit orang yang mengklaim bahwa dirinya telah mendapatkan ilmu laduni. Bagaikan semut bersatu dengan gula, pemilik ilmu tersebut kemudian dikerumuni dan dipuja-puja bagaikan raja. Sehingga muncullah para dukun yang berkolaborasi dengan jin dan mengaku mendapatkan ilmu laduni, agar semakin banyak orang yang datang kepadanya karena dianggap orang sakti.

Dengan fenomena seperti ini, orang sering menyalahgunakan pemahaman atas ilmu ini. Salah satu fenomena tentang hal ini yang terjadi adalah seorang kiai salah satu pendiri pondok pesantren di salah satu kota Jawa Timur. Kiai tersebut mengaku bahwa dirinya memiliki ilmu laduni. Ia mengaku bisa mengajarkan santrinya untuk menguasai berbagai bahasa tanpa menggunakan alat bantu, tetapi cukup dengan menjalani ritual, seperti mandi dan membaca doa. Namun, orang yang ingin belajar dengan kiai ini dipungut biaya tiga ratus ribu sampai satu juta rupiah, tergantung level yang ingin dipelajari. Kiai tersebut mengaku mendapatkan ilmu laduni dari Nabi Khidir dengan ritual tirakat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari hal itu Rasulallah SAW mengingatkan agar kita berhati-hati terhadap orang yang mengaku memiliki ilmu laduni, supaya tidak terbawa dalam kesesatan.

Jika menganggap ilmu laduni itu nyata, maka seharusnya pesantren memiliki inovasi yang canggih dengan majunya sains dan teknologi dikalangan pesantren. Namun, pesantren relatif hanya sibuk mengutip pandangan ulama masa lalu yang sebagian sudah tidak relevan dengan keadaan zaman sekarang. Seiring dengan berkembangnya zaman, ilmu laduni sudah jarang ditemukan. Karena saat ini bukanlah zaman tentang ilmu-ilmu yang seperti itu. Ilmu yang seperti ini seharusnya sudah selesai sejak 15 abad yang lalu.

Zaman sekarang adalah zaman modern yang mengedepankan sains dan teknologi, sehingga jika seorang menginginkan sebuah ilmu harus melakukan berbagai ikhtiar kreatif terlebih dahulu seperti belajar, mengkaji, menelaah, dan lain-lain. Bukannya duduk diam dan mengharapkan keajaiban dan memperoleh ilmu laduni dari Allah SWT. Jika zaman sekarang para santri masih berpikiran seperti itu, maka kapan agama Islam dapat maju? Seharusnya generasi santri zaman milenial ini perlu menyadari bahwa dengan adanya ilmu laduni membuat mereka semakin giat dan belajar keras agar memperoleh keberhasilan. Harus mengedepankan sains dan teknologi agar umat Islam dapat berkembang dan maju dalam membangun peradaban.

Sebagai seorang santri yang memiliki tujuan maju, janganlah hanya berpikirkan menginginkan ilmu laduni. Akan tetapi, harus belajar bersugguh-sungguh agar bisa menciptakan inovasi yang dapat membawa kejayaan umat Islam. Apalagi jika seorang santri dapat menguasai sains dan teknologi ditambah dengan ilmu agama yang tinggi, agama Islam tidak akan tertinggal oleh agama-agama lain. Marilah kita sebagai seorang santri harus bisa memajukan agama Islam, sehingga agama Islam dapat menguasai dunia.

Tinggalkan Balasan