“Dengan kita membaca maulid insyaallah selama 12 hari ke depan, semoga mengantarkan kita rasa cinta kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Amin allahumma amiin, al-fatihah,” ujar Kiai Chamdani ketika memberikan sambutan saat pembukaan.
Selama 12 perasaan maulid Nabi, berbagai kegiatan dilaksanakan. Misalnya, pada dua hari pertama, dilakukan pembacaan dibai’i, dua hari kemudian pembacaan al-barzanji, dan seterusnya simtudduror.

Karena berlangsung selama 12 hari, para santri berbagi tugas sedemikian rupa. Pembacaan diba’ dan al-barzanji, misalnya, dipimpin santri putra secara bergantian. Bahkan, acara mauidhoh hasanah juga tidak selalu melibatkan pengasuh pesantren, melainkan diisi sendiri oleh para santri bergantian dan tamu undangan.
