Di pondok pesantren kita selalu dididik untuk memiliki sifat menghargai perbedaan. Maksud dari perbedaan ini adalah orang yang berlatar belakang berbeda pun akan menjadi kesatuan yang utuh dengan berlandaskan akhlak yang terpuji, serta kepribadian yang baik. Tinggal di pondok pesantren tentu saja kita merasakan manis pahitnya hidup, di mana indahnya kebersamaan, solidaritas, dan hal-hal lain yang menjadikan kita tumbuh berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Namun, terkadang pahitnya saat kita berselisih paham dengan teman yang membuat kita sedikit merasa bersalah dan berakhir dengan permusuhan. Akan tetapi, biasanya hal ini tidak berlangsung lama, karena kita lebih banyak waktu untuk melakukan kegiatan bersama-sama. Tinggal di pondok pesantren mengajarkan kita untuk hidup mandiri dan disiplin tinggi karena semua kegiatan sudah dijadwalkan, baik kegiatan belajar formal maupun nonformal.

Rutinitas kita sebagai santri dimulai dari pagi hari, yaitu bangun disepertiga malam untuk mandi dan kemudian bergegas melaksanakan salat tahajud dan tadarus bersama-sama sampai tiba waktu adzan subuh. Setelah adzan subuh, kita melaksanakan salat subuh berjamaah dan tadarus bersama hingga menjelang fajar. Setelah itu kita kembali ke asrama untuk bersiap-siap ke sekolah.
