Poligami? Boleh dengan Catatan…

Pada umumnya, pernikahan diartikan sebagai suatu ikatan yang sah antara seorang lelaki dengan satu orang perempuan, yang didasari oleh cinta dan keinginan untuk membangun kehodupan dan menghabiskan hidup bersama dalam suka maupun duka selamanya. Namun, faktanya tidak selalu begitu. Ada yang disebut poligami atau poliandri di mana satu orang memiliki lebih dari satu pasangan dalam ikatan pernikahan.

Poligami, yang diartikan seorang lelaki memiliki lebih dari satu dalam masa yang sama, dalam perkembangannya selalu dirujukkan kepada masyakat Islam. Karena, dalam praktiknya, seperti yang selalu mewarnai sebagian informasi yang berkembang di Indonesia, banyak masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat Islam mempertunjukkan fenomena poligami yang dilakukannya. Sampai pada anggapan bahwa poligami adalah bagian dari ajaran Islam dan Sunah Nabi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Padahal, dalam tradisi keilmuan Islam, dari perspektif fikih, para imam madzhab dan sebagian ulama berpendapat bahwa hukum berpoligami bukanlah sunah atau dianjurkan, melainkan hanya mubah atau diperbolehkan. Pendapat itu didasarkan pada poligami dilakukan oleh Rasulullah, yang terjadi ketika Nabi sudah berusia 51 tahun.

Memang, dalam ajaran Islam ada dalil yang bahwa seorang lelaki boleh berpoligami maksimal dnegan mempunyai empat seorang istri. Namun, ada syarat-syarat yang ketat untuk dipenuhi sebelum poligami dilakukan. Misalnya, harus berlaku adil kepada istri-istrinya dan mendapat izin dari istri pertamanya.

Tinggalkan Balasan