Beda halnya dengan perempuan kelahiran Irak tahun 180 Hijriyah yang bernama Rabi’ah al-Adawiyah. Sufi ini tidak menikah dan tidak ingin menikah dengan laki-laki siapa pun. Ia selalu menolak setiap laki-laki yang datang padanya untuk melamarnya. Sekaya, sebesar, dan setinggi apapun keilmuan dan kehebatan laki-laki itu. Sebab, seluruh hidup Rab’iah al-Adawiyah diliputi oleh gairah cinta kepada Tuhan. Tidak ada yang lain dan tidak ingin yang lain. Hari-harinya disibukkan untuk menyebut nama-Nya, memuji-Nya, mensucikan-Nya, dan merindukan-Nya. Sedangkan malam-malamnya dihabiskan untuk menjalin kemesraan bersama-Nya. Sehingga beliau menjadi ikon Cinta Tuhan sepanjang sejarah (hlm. 5).
Di dalam buku ini, KH Husein Muhammad mengemukakan alasan-alasan mengapa para intelektual muslim tersebut memilih tidak menikah. Ada beragam alasan mereka untuk melajang sepanjang hidup. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa para ulama itu tidak menikah, padahal mereka sangat mengerti dan paham Al-Quran, hadis-hadis Nabi, dan pendapat para sahabat tentang pernikahan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, di bagian akhir buku ini, KH Husein Muhammad mengurai pendapat Imam Syafi’i dan Imam Abu Hanifah beserta argumentasi masing-masing.

Selamat membaca!
DATA BUKU
Judul Buku : Memilih Jomblo; Kisah Para Intelektual Muslim yang Berkarya Sampai Akhir Hayat
Penulis : KH. Husein Muhammad
Penerbit : Zora Book
Cetakan : II, November 2015
Tebal Halaman : xviii + 158 halaman
ISBN : 987-602-71777-5-8
