Islam Radikal di Indonesia (1)

Proses Islamisasi ini tidak berhenti di era kontemporer. Bahkan dalam beberapa dekade terakhir kita dapat dengan jelas mendeteksi contoh proses Islamisasi yang sedang berlangsung di Indonesia.

Pemisahan Islamisasi dari Islamisme

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Penting untuk ditekankan di sini bahwa proses Islamisasi ini tidak boleh disamakan dengan Islamisme atau radikalisme. Dengan istilah Islamisasi, kami merujuk pada proses pergeseran masyarakat (damai) menuju masyarakat yang lebih berorientasi Islam (yang memberikan ruang bagi minoritas tertentu untuk hidup berdampingan, secara harmonis, dalam masyarakat pluralis).

Istilah Islamisme atau radikalisme (atau militansi Islam atau fundamentalisme), di sisi lain, mengacu pada keinginan kelompok tertentu (biasanya kelompok kecil yang tidak memiliki kekuatan politik) untuk memaksakan versi konservatif Islam mereka ke dalam masyarakat dan politik, sering menggunakan (ancaman) kekerasan untuk mencapai tujuannya.

Meskipun sekitar 88 persen penduduk Indonesia beragama Islam, Indonesia bukanlah negara Islam yang diatur oleh hukum Islam. Sebagian besar Muslim Indonesia sebenarnya dapat dicap sebagai ‘Muslim moderat’, artinya mayoritas menyetujui demokrasi sekuler dan masyarakat pluralis.

Sikap ini terlihat dalam hasil pemilihan legislatif baru-baru ini karena partai-partai politik yang menekankan pentingnya bentuk Islam yang mendominasi dan lebih ketat dalam pemerintahan dan masyarakat menerima suara yang relatif sedikit. Sementara itu, partai politik sekuler yang mendukung demokrasi Islam yang moderat dan toleran serta masyarakat pluralis selalu memenangkan pemilu di Indonesia (dengan jarak yang jelas)

Mengapa Ada Radikalisme?

Tinggalkan Balasan