Isra Mikraj dan Logika Sains

Isra Mikraj bukan ancaman bagi sains, dan sains juga bukan musuh iman. Yang bermasalah adalah cara berpikir yang menjadikan sains sebagai hakim terakhir atas semua hal, termasuk perkara yang bersifat transenden. Dari Buraq ke roket, perbedaannya bukan soal rasional atau tidak rasional, melainkan tentang memahami batas peran manusia di hadapan Yang Maha Kuasa.

Pada akhirnya, Isra Mikraj mengajarkan pelajaran penting yang sering dilupakan oleh peradaban teknologi, yakni tidak semua yang benar harus bisa dijelaskan, dan tidak semua yang belum bisa dijelaskan berarti tidak benar. Di sanalah iman menemukan maknanya, bukan sebagai pelarian dari akal, tetapi sebagai pengakuan jujur atas keterbatasannya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan