Israel dalam Tafsir

Quraish Shihab juga menekankan bahwa ketika Al-Qur’an menyebut “Bani Israil”, yang dimaksud adalah keturunan Ya‘qub yang menerima wahyu dan tuntunan kenabian melalui berbagai rasul. Namun, penting dicatat bahwa Al-Qur’an tidak mengidentifikasi mereka sebagai kelompok yang monolitik.

Dalam banyak ayat, ada pujian terhadap sebagian dari Bani Israil yang taat dan beriman, serta kritik keras terhadap yang membangkang dan melanggar ajaran Tuhan. Oleh karena itu, memahami istilah “Israel” dan turunannya tidak cukup hanya secara historis, tetapi juga secara teologis dan moral.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sikap kritis terhadap istilah ini diperlukan mengingat adanya kecenderungan dalam diskursus kontemporer yang mencampuradukkan antara istilah “Israel” sebagai nama suci dalam tradisi kenabian dengan entitas politik modern negara Israel yang banyak dikritik karena penjajahan dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap bangsa Palestina.

Dalam hal ini, Tafsir al-Mishbah mengajak pembacanya untuk memilah antara makna teks Al-Qur’an yang bersifat ilahiyah dan suci dengan realitas sosial-politik yang bersifat nisbi dan manusiawi. Ini menjadi titik penting agar umat Islam tidak tergelincir pada generalisasi yang keliru, yakni memusuhi istilah “Israel” tanpa menyadari bahwa nama tersebut justru diberkahi oleh Allah dan dilekatkan pada salah satu nabi-Nya.

Tinggalkan Balasan