Kali pertama mencoba-coba. Eh, berhasil. Harus ada peningkatan dong. Kali kedua bereksperimen dengan metode yang baru. Wow, tak kau sangka sempurna nikmatnya. Sampai engkau dibawanya menjadi senior dalam urusan jam terbang, mengeksploitasi jalur luka. Kemudian dijatuhkannya dirimu. Sesuai dengan levelmu yang terus menerus kau upgrade. Jatuhmu semakin tinggi, sakit.
Barangkali selama ini sudah terlalu agresif kita menggaruk punggung bumi. Beberapa goresan tergurat di sana. Luka yang kita torehkan terlalu dalam, sehingga dibutuhkan operasi besar-besaran untuk mengangkatnya. Tubuhnya yang sudah mulai ringkih karena usia memakannya, tak mampu berbuat banyak. Bahkan untuk dirinya sendiri.

Bukan kali pertama hal serupa terjadi pada punggungnya. Luka yang manusia (perpanjangan tangan dari seluruh makhluk di Bumi) pernah buat, kini terulang kembali. Hanya bisa membatin dan berteriak dalam kesunyian. Tidak banyak yang mendengar rintihannya. Bahkan sebagian mengganggapnya hanya hal yang mudah berlalu. Sehingga dengan petantang-petenteng melawan pantangan. Ibarat memukuli bekas luka yang sedang diobati. Kemungkinan ia akan terciprat darahnya atau sesuatu berpindah ke tubuhnya.
