Seperti kita tahu, plagiarisme seperti ini bukan kasus yang pertama di duniasantri.co. Dua tahun lalu hal yang sama pernah terjadi dengan derajat yang berbeda-beda. Ada sekitar 7 akun yang ketika itu kami bekukan. Harapan kami, sejak itu tidak ada lagi plagiarisme dalam kehidupan literasi kita.
Kami, karena menyandang nama santri, juga harus berpikir dan bersikap seperti santri: khusnudzon, selalu berprasangka baik. Karena itulah, setiap tulisan yang disubmit pertama-tama harus kami anggap merupakan karya orisinal, dan kami tidak berprasangka sebaliknya. Jika dirasakan ada kejanggalan-kejanggalan, barulah kami melakukan apa yang perlu dilakukan.

Sayangnya, hal-hal seperti itu, prasangka baik itu, kadang dimanfaatkan oleh mereka yang mengabaikan etika, moral, dan adab —sangat tidak santri. Kita tahu, plagiarisme merupakan pelanggaran etika dan moral dalam dunia literasi yang harus diperangi. Karena itu, mari bersama-sama saling menjaga ekosistem literasi kita agar tetap kondusif hingga mampu melahirkan karya-karya orisinal dari kaum santri. Cukup sampai di sini plagiarisme itu. Jangan ada lagi.

Setuju, jangan biarkan plagitor bergentayangan di dunia literasi (duniasantri.co)